Ketika akan melahirkan, peran suami sangat penting dan dapat membantu
istri agar lebih rileks saat menghadapi proses persalinan. Proses
kehamilan dan persalinan merupakan hal yang tak akan bisa dilupakan oleh
seorang wanita. Bahkan, momen tersebut bisa menjadi momen berharga
dalam hidup Anda dan pasangan.
Lalu bagaimanakah seharusnya sikap seorang pria ketika sang istri
berada pada proses persalinan? Peran Anda sebagai suami siaga tidak
berhenti ketika Anda telah membawakan berbagai kebutuhan seperti pakaian
untuk digunakan selama di rumah sakit. Keberadaan Anda saat proses
persalinan merupakan satu hal terpenting yang bisa Anda lakukan.
Dengan memberikan semangat kepada istri Anda, Anda dapat membuat
sedikit kekhawatiran dan rasa cemasnya berkurang. Menurut www.dad.info.com, 93% dari proses persalinan akan berjalan dengan lancar ketika sang suami berada di samping istri.
Kali ini, para calon papah
diajak menyimak artikel yang akan mengupas secara mendalam mengenai
peran Anda selama proses kelahiran. Mari kita simak baik-baik.
1. Fokuslah pada kebutuhannya
Saat melahirkan, seorang wanita biasanya memerlukan dukungan secara fisik maupun mental.
Tetaplah berada di samping istri Anda, karena dengan begitu istri Anda
akan memiliki tempat untuk sharing apa yang terjadi pada dirinya. Namun,
yang terpenting yang harus Anda lakukan adalah tetap fokus pada
kebutuhan-kebutuhan agar proses persalinan berjalan lancar. Intinya
begini Dads, bagi Anda genggaman tangan mungkin tidak lebih penting dari
sekedar sentuhan. Bagi para Moms, saat terbaring di ruang persalinan,
mungkin hanya itu sangat mereka butuhkan!
2. Tetaplah berada di samping istri Anda
Anda mungkin sudah mengetahui pentingnya keberadaan Anda untuk istri
yang berada dalam proses persalinan. Dukungan Anda akan menambah
semangat istri Anda. Proses kelahiran mungkin akan memakan waktu yang
agak lama, berjam-jam atau
mungkin sampai sehari. Walaupun demikian, usahakan agar Anda tetap
berada di samping istri Anda selama proses tersebut.
3. Sentuh dan pijatlah istri Anda
Kontak fisik terkadang dapat menenangkan. Memijat dapat membantu
menenangkan istri Anda yang dilanda rasa khawatir dan cemas. Anda dapat
memijat punggung istri Anda karena kebanyakan wanita hamil mengalami
nyeri pada pagian punggung.
4. Berjalan-jalan
Sebelum proses persalinan berlangsung, Anda dapat mengajak istri Anda
untuk berjalan mengelilingi rumah sakit. Biasanya dokter juga
menyarankan seperti itu, karena hal tersebut dapat membantu proses
persalinan. Atau jika tidak, Anda bisa memberi perhatian lebih kepada
sang istri seperti membantunya mengganti posisi tidur.
5. Lap keringat istri Anda
Proses persalinan memang sedikit menegangkan dan tak jarang akan
membuat istri Anda berkeringat. Untuk menunjukkan perhatian yang
mendalam kepada istri, Anda bisa mengelap keringatnya dengan menggunakan
sapu tangan.
6. Menenangkan
Setelah Anda memijat, mengajaknya jalan-jalan dan memenuhi segala
kebutuhannya. Kali ini waktunya Anda menenangkan istri Anda. Walaupun
sebenarnya Anda pun merasakan kekhawatiran saat proses persalinan
berlangsung, Anda tidak boleh menunjukkan kekhawatiran tersebut di depan
istri Anda. Karena hal itu akan menambah kecemasan dan kekhawatirannya.
7. Bernapas
Cobalah pelajari cara-cara bernafas dengan baik saat proses
persalinan berlangsung. Ketika kecemasan dan kekhawatiran melanda
pasangan Anda, Anda dapat memintanya untuk menarik nafas dalam agar
dapat mengurangi rasa khawatir dan cemas tersebut.
8. Membersihkan
Selama proses persalinan berlangsung, jangan segan-segan untuk
membersihkan tubuh pasangan Anda. Beberapa kotoran mungkin akan keluar
bersamaan dengan proses persalinan berlangsung, jangan menjauh ketika
hal itu terjadi. Tetaplah berada di samping istri Anda.
9. Dokumentasi
Beberapa wanita menginginkan agar proses persalinannya
didokumentasikan. Karena memang, persalinan merupakan momen yang sangat
berharga untuk dirinya. Jangan lupa untuk membawa kamera ketika Anda mempersiapkan kebutuhan-kebutuhan
istri Anda. Namun, Anda tetap harus mengecek apakah istri Anda tidak
berubah pikiran untuk mendokumentasikan persalinannya.
Minggu, 02 Februari 2014
Bagaimana sih cara dukun membantu Persalinan di Jaman Dulu ?? :/
Bersyukurlah para wanita yang
lahir di Abad 20 ini dan bisa "menikmati" proses persalinan dengan
lebih baik, aman, dan mudah. Selain didukung oleh para dokter berpengalaman,
perawat yang sigap, juga peralatan medis yang memungkinkan untuk mengantisipasi
segala kemungkinan yang mungkin akan terjadi selama proses persalinan.
Bahkan Operasi Caesar pun dari hari ke hari sudah semakin canggih.Kalau dulu seorang ibu hamil harus menjalani proses pembiusan total dan tergolek lemah seharian tanpa daya usai operasi, sekarang bahkan sambil nonton televisi sekalipun sang ibu bisa menjalani proses operasi dengan tenang, santai, bahkan sangat nyaman. Dan setelah operasi, dalam hitungan jam (asal sudah ngentut), sang ibu sudah bisa jalan-jalan dan makan di "All You Can Eat Restaurant".
Cobalah Anda sahabat aneh didunia.com sesekali membayangkan bagaimana para wanita di masa lalu menjalani proses persalinan? Dari cerita Ibu atau nenek, Anda tentu sudah mendengar tentang betapa sakitnya persalinan itu (dan itu pun Anda alami sendiri saat melahirkan anak dengan cara normal). Namun yang tidak Anda ketahui, di masa lalu, proses persalinan yang mereka - atau bahkan nenek buyut Anda - alami jauh lebih sulit, berat, bahkan berbahaya. Dan sering kali, nyawa mereka menjadi taruhan.
Bahkan Operasi Caesar pun dari hari ke hari sudah semakin canggih.Kalau dulu seorang ibu hamil harus menjalani proses pembiusan total dan tergolek lemah seharian tanpa daya usai operasi, sekarang bahkan sambil nonton televisi sekalipun sang ibu bisa menjalani proses operasi dengan tenang, santai, bahkan sangat nyaman. Dan setelah operasi, dalam hitungan jam (asal sudah ngentut), sang ibu sudah bisa jalan-jalan dan makan di "All You Can Eat Restaurant".
Cobalah Anda sahabat aneh didunia.com sesekali membayangkan bagaimana para wanita di masa lalu menjalani proses persalinan? Dari cerita Ibu atau nenek, Anda tentu sudah mendengar tentang betapa sakitnya persalinan itu (dan itu pun Anda alami sendiri saat melahirkan anak dengan cara normal). Namun yang tidak Anda ketahui, di masa lalu, proses persalinan yang mereka - atau bahkan nenek buyut Anda - alami jauh lebih sulit, berat, bahkan berbahaya. Dan sering kali, nyawa mereka menjadi taruhan.
Ada beberapa cara yang dilakukan.
Di kawasan Asia, proses persalinan biasanya dilakukan dengan cara mengurut.
Sang dukun beranak akan mengurut perut sang wanita dengan gerakan dan tekanan
tertentu, yg dapat menstimulasi sang jabang bayi untuk keluar dari perut. Jika
sang bayi tidak juga mau keluar, maka akan dipaksa dengan cara didorong.
Caranya : Sang dukun berjongkok di atas tubuh sang wanita hamil, sementara 4 -
8 orang keluarga akan asisten dukun akan memegangi tangan dan kaki si wanita.
Setelah itu sang dukun akan mendorong paksa si jabang bayi keluar dari perut.
Di negara Eropa, jika bayi sulit keluar walau sang ibu sudah ngeden berjam-jam, maka sang dokter akan mengambil alat semacam dongkrak dari baja, menempelkan alat itu sisi kiri dan kanan persendian selangkangan wanita. Sahabat anehdiduniadotcom alat itu lalu dipompa atau didongkrak sehingga membuat pintu keluar itu membesar (bahkan dibuka sangat besar, sampai-sampai muat untuk kedua tangan sang dokter), lalu sang dokter tinggal memasukkan kedua tangannya ke dalam dan menarik sang bayi keluar dari perut ibunya. Karena proses pemaksaan ini, tidak sedikit wanita yg mengalami retak tulang belikat atau patah tulang selangkang usai persalinan.
Di negara Eropa, jika bayi sulit keluar walau sang ibu sudah ngeden berjam-jam, maka sang dokter akan mengambil alat semacam dongkrak dari baja, menempelkan alat itu sisi kiri dan kanan persendian selangkangan wanita. Sahabat anehdiduniadotcom alat itu lalu dipompa atau didongkrak sehingga membuat pintu keluar itu membesar (bahkan dibuka sangat besar, sampai-sampai muat untuk kedua tangan sang dokter), lalu sang dokter tinggal memasukkan kedua tangannya ke dalam dan menarik sang bayi keluar dari perut ibunya. Karena proses pemaksaan ini, tidak sedikit wanita yg mengalami retak tulang belikat atau patah tulang selangkang usai persalinan.
Cara lain yg dilakukan para wanita di Eropa masa lalu : Sang wanita yg akan melahirkan berdiri dengan tangan memeluk atau memegang benda (entah itu besi beton, tiang rumah, atau yang lain) yang berfungsi sebagai penahan. Kedua kakinya diregangkan sebesar-besarnya untuk memberikan ruang luas buat si bayi keluar. Sebuah bantal diletakkan tepat di bawah, di tengah2 kaki sang wanita, agar ketika sang bayi keluar, dia akan terjatuh di bantal itu. Setelah semua siap, maka sang wanita mulai mengeden. Jika sulit, biasa dibantu oleh beberapa orang pembantu dengan cara ditekan dan didorong. Cara ini dirasakan "lebih nyaman" dan dapat mengurangi rasa sakit.
Bagaimana jika wanita itu mengalami kelainan dalam kandungan dan harus menjalani operasi? Dia akan ditidurkan terlentang di atas tempat semacam kasur untuk berkemah (velt-bed). Sang ahli bedah akan memijit-mijit perut sang wanita dan mengatur kedudukan bayi. Setelah itu, ahli bedah akan mengambil pisau yang matanya sangat tajam. Dengan gerakan cepat, dia membuat sebuah goresan pembedahan. Dan dalam hitungan detik, saat perut wanita sudah terbuka, dibantu dengan asistennya, dia akan mengangkat si bayi dari perut sang wanita. Setelah itu, dengan gerakan cepat, dia menjahit perut sang wanita. Dan semua dikerjakan dengan sangat cepat. Hal ini dikarenakan kekuatiran para ahli bedah kalau kotoran atau bakteri akan masuk ke tubuh sang wanita dan dapat membuat luka bedah menjadi infeksi.
Jadi sekali lagi, bersyukurlah para wanita yang hidup di masa kini, karena tidak menjalani proses persalinan seperti orang-orang di masa lalu. Dan tetaplah hormati ibu anda sendiri.
Sabtu, 01 Februari 2014
Makalah Diet pada ibu hamil dengan preeklamsi
MAKALAH
Diet
pada ibu hamil dengan preeklamsi
Disusun oleh
Yuli
Setia Ningsih
02.12.050
I-A
DIII Kebidanan
STIKES DIAN
HUSADA MOJOKERTO TAHUN 2013/2014
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puja dan puji
syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa dalam kesempatan ini saya dapat menyusun makalah yang kami buat
mengenai sehingga kita lebih memahami
tentang diet pada ibu hamil dengan preeklamsi.
Semoga para pembaca sekalian setelah
membaca makalah ini akan lebih tahu tentang apa itu diet pada ibu hamil dengan
preeklamsi.
Demikian kata pangantar ini terimakasih dan
selamat membaca.
BAB I
PENDAHULUAN
a. Latar
Belakang
Preeklampsia
(PE) merupakan salah satu faktor predisposisi terjadinya insufisiensi plasenta
yang dapat mengakibatkan hipoksia ante. Dan intrapartum, pertumbuhan Janin
terhambat dan persalinan premature.prognosisi Janin ditentukan oleh kondisi
Ibu, dan pengaruh buruk dari PE serta tindakan pengobatan terhadap penyakit
tersebut. PE merupakan salah satu penyebab angka kesakitan dan kematian Ibu dan
Janin yang cukup tinggi di Indonesia.pada penelitian terdahulu di RSUD Drs.
Pringadi Medan. Tobing (1993) melaporkan angka kematian ibu penderita PE berat
dari tahun 1989-1993 adalah 2,1% Tobing (1995), sedangkan Simanjuntak (1999)
melaporkan angka kejadian PE berat dari tahun 1933-1997 adalah 4.65% dengan CFR
(Case Fatality rate) Ibu Penderita PE berat yang meningkat hingga 5.10%.
Penyebab penyakit ini belum di Ketahui secara pasti, sehingga pengobatannya masih bersifat siptomatis,empiris dan terutama ditujukan untuk mencegah terjadinya kejang serta menurunnya tekanan darah.
Belum ada protocol pengobatan yang terbukti efektif, un tuk meningkatkan ferfusi dan fungsi plasenta yang bermanfaat bagi pertumbuhan janin, sehingga kematian prenatal pada penderita PE lebih tinggi 3-5 kali dibandingkan dengan kehamilan normal. Peningkatan kematian perinatal selian dipengaruhi oleh beratnya hipertensi akan meningkat menjadi 11 kali lebih tinggi bila disertai proteinuria.
b. Tujuan Penulisan
Berdasarkan uraian diatas adapun tujuan dari penulisan Makalah iniyaitu adalah :
- Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan Preeklampsia
- Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan preeklamsia
- Untuk mengetahui klasifikasi Preeklampsia
- Untuk mengetahui gejala Preeklampsia
- Untuk mengetahui cara pencegahannya
- Untuk mengetahui diet untuk Ibu hamil dengan preeklamsia
Penyebab penyakit ini belum di Ketahui secara pasti, sehingga pengobatannya masih bersifat siptomatis,empiris dan terutama ditujukan untuk mencegah terjadinya kejang serta menurunnya tekanan darah.
Belum ada protocol pengobatan yang terbukti efektif, un tuk meningkatkan ferfusi dan fungsi plasenta yang bermanfaat bagi pertumbuhan janin, sehingga kematian prenatal pada penderita PE lebih tinggi 3-5 kali dibandingkan dengan kehamilan normal. Peningkatan kematian perinatal selian dipengaruhi oleh beratnya hipertensi akan meningkat menjadi 11 kali lebih tinggi bila disertai proteinuria.
b. Tujuan Penulisan
Berdasarkan uraian diatas adapun tujuan dari penulisan Makalah iniyaitu adalah :
- Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan Preeklampsia
- Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan preeklamsia
- Untuk mengetahui klasifikasi Preeklampsia
- Untuk mengetahui gejala Preeklampsia
- Untuk mengetahui cara pencegahannya
- Untuk mengetahui diet untuk Ibu hamil dengan preeklamsia
BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi Preeklampsia
Preeklampsia (Pre-eklam-si-a) atau toxemia, adalah suatu ganguan yang muncul pada masa kehamilan,umumnya terjadi pada usia kehamilan diatas 20 minggu.preklampsia dikeluargannya. Resiko lebih tinggi terjadi pada wanita yang memiliki banyak anak, ibu hamil usia remaja, dan wanita hamil diatas usia 40 tahun. Selain itu,wanita dengan tekanan darah tinggi atau memiliki ganguan ginjal sebelum hamil juga beresiko tinggi mengalami preeklamsia.
B. Etiologi
Sampai saat ini, etiologi pasti dan preeklamsia/eklamplia belum diketahui. Ada beberapa teori mencoba menjelaskan perkiraan etiologi dan kelainan tersebut diatas, sehingga kelainan ini sering dikenal sebagai the diseases of theory.
Adapun teori-teori tersebut antara lain:
Peran Prostasiklin dan Tromboksan
Pada Preeclamsia didapatkan kerusakan pada endotel vaskuler, sehingga terjadi penurunan produksi prostasiklin (PGI 2) yang pada kehamilan normal menigkat, aktivasi penggupalan dan fibrinolis, yang kemudian akan diganti dengan trombin dan plasmin. Trobin akan mengkomsumsi antitrombin III sehingga terjadi depsit fibrin, aktivasi trombosit menyebabkan pelepasan tromboksan (TxA2) dan serotonim,sehingga terjadi vasospasme dan kerusakan endotel.
Peran faktor Imuunologis
Preeklampsia sering terjadi pada kehamilan pertama dan tidak timbul lagi pada kehamilan berikutnya. Hal ini dapat diterangkan bahwa pada kehamilan pertama pembentukan blobking antibodies terhadap antigen plasenta titik sempurna, yang semakin sempurna pada kehamilan berikutnya. Fierlie F.M (1992) mendapatkan beberapa data yang mendukung adanya system imun pada Penderita Preeklampsia. Beberapa wanita dengan Preeklampsia mempunyai kompleks imun dan serum, Beberapa studo juga mendapatkan adanya aktivasi system komplemen pada Preeklampsia diikuti dengan proteinuri, Stirat (1986) menyimpulkan, meskipun ada beberapa pendapat menyebutkan bahwa system imum, humeral dan aktivasi komplemen terjadi pada Preeklampsia, tetapi tidak ada bukti bahwa sistem imunologi bisa menyebabkan Preeklampsia Faktor Genetik / Familial 4.5.
Beberapa bukti yang menunjukan peran faktor genetic pada kejadian Preeklampsia antara lain : Preeklampsia hanya terjadi pada manusia.
Terdapat kecenderungan meningkatnya frekuensi Preeklampsia pada anak-anak dan Ibu yang menderita Preeklampsia.
Kecenderungan meningkat frekuensi Preeklampsia pada anak dan cucu ibu hamil dengan peran Renin-Angiotensin-Aldosteron sistem (RAAS)
C. Perubahan Patologi
Perubahan patologis berbagai orgam petning dijabarkan sebagai berikut :
1. Perubahan Hati
o Perdarahan yang teratur
o Tejadi nekrosis, trombosis pada lobus hati
o Rasa nyeri di epigastrium karena perdarahan suhkapsuier.
2. Retina
o Spasme arteriol,edema sekitar discus optikus
o Abiasio retina (lepasnya retina)
o Menyebabkan penglihatan kabur
D. Klasifikasi Pre-eklampsia
Pre-eklampsia digolongkan ke dalam Pre-eklampsia ringan dan pre-eklampsia berat dengan gejala dan tanda sebagai berikut :
Pre-eklampsia ringan
1. Tekanan darah sistolik 140 atau kenaikan 30 mmHg dengan interfal pemeriksaan 6 jam
2. Tekanan darah diastolik 90 atau kenaikan 15 mm Hg dengan interval pemeriksaan 6 jam
3. Kenaikan berat badan 1 kg atau lebih dalam seminggu
4. Proteinunia 0,3 gr atau lebih dengan tingkat kualitatif plus I sampai 2 pada urin keteter atau urin aliran pertengahan.
Pre-eklampsia berat
Bila salah satu diantara gejala atau tanda diketemukan pada ibuhamil sudah dapat digolongkan Pre-eklampsia berat :
1. Tekanan darah 160/110 mm Hg
2. Oligonia, urin kurang dan 400 cc/24 jam.
3. Proteinuria lebih dan 3 gr/liter
4. Keluhan subjektif :
Nyeri epigastrium§
Gangguan penglihatan§
Nyeri kepala§
Oedema paru dan sianosis§
Gangguan kesadaran§
5. Pemeriksaan :
Kadar enzim hati meningkat disertai ikterus§
Pendarahan pada retina§
Trombosis kurang dan 100.000/mm§
Peningkatan gejala dan tanda Pre-eklampsia berat memberikan petunjuk akan terjadi eklampsia, yang mempunyai prognosa buruk dengan angka kematian maternal dan janin tinggi.
E. Dasar Diagnosis Pre-Eklampsia
Kejadian Pre-eklampsia dan eklampsia sulit di cegah, tetapi diagnosis dini sangat menentukan kelahiran janin. Pengawasan hamil sangat penting karena Pre-eklampsia berat dan eklampsia merupakan penyebab kematian yang cukup tinggi, terutama di negara berkembang. Diagnosis ditetapkan dengan dua dari tiga pre-eklampsia yaitu kenaikan berat badan-edema, kenaikan tekanan darah, dan terdapat proteinuria.
F. PEMERIKSAAN DAN DIAGNOSA
1. Pemeriksaan antropometri
- Berat badan
- Tinggi badan
- LILA
2. PemeriksaanFisik
- PengukuranTD
- Pernapasan
- Suhu
- Nadi
3. Pemeriksaan Lab.
- Analisisprotein dalam urin
- Pemeriksaan hematologik(Hematokrit,Jumlah trombosit)
- Pemeriksaan fungsi hati(bilirubin, protein serum)
- Pemeriksaanfungsi ginjal(Areum dan kreatin)
4. Pemeriksaan Klinis :
- Pemeriksaan Oedema
- Pemeriksaan Hypertensi
- Pemeriksaan Urine
G. Gejala
Gejala terjadinya preklamsia adalah naiknya tekanan darah (hipertensi) dan kadar protein dalam urin yang berlebihan (proteinuria),setelah kehamilan mencapai 20 minggu. Kelebihan protein akan mempengaruhi kerja ginjal. Gejala lain yang bisa terjadi, antara lain :
- Sakit kepala
- Masalah penglihatan, termasuk kebutaan sementara, pandangan buram dan lebih sensitif pada cahaya/silau.
- Nyeri perut bagian atas, biasanya dibawah rusuk sebelah kanan
- Muntah
- Pusing
- Berkurangnya volume urin.
- Beratnya badan yang naik secara cepat, biasanya diatas 2 Kg perminggu
- Pembengkakan (edema) pada wajah dan tangan, sering menyertai pre-eklamsia
- Walau tidak selalu, sebab edema kerap terjadi pada kehamilan yang normal.
H. PENYEBAB
Pre-eklamsi dulunya dikenal sebagai toksemia, karena diperkirakan adanya racun dalam aliran darah ibu hamil. Meski teori sudah dibantah, tetapi penyebab preeklamsia hingga kini belum diketahui. Penyebab lain yang diperkirakan terjadi, adalah :
- Kelainan aliran darah menuju rahim
- Kerusakan pembuluh darah
- Masalah dengan sistim ketahanan tubuh
- Diet atau konsumsi makanan yang salah
I. Faktor Resiko
Preeklamsia untuk Ibu dan Bayi
- Pada Ibu
a. Sejarah preklamsia. Ibu hamil dengan sejarah keluarga menderita preeklamsia akan meningkatkan resiko ikut terkena preeklamsia, berisiko tinggi mengalami keguguran, gagal ginjal akut, pendarahan otak, pembekuan darah intravascular, pembengkakan paru – paru, kolaps pada sistem pembuluh darah, dan eklampsia yaitu gangguan tahap lanjutan yang ditandai dengan serangan toxemia bisa berakibat sangat serius bagi ibu dan bayinya.
b. Kehamilan pertama. Di kehamilan pertama, risiko mengalami preeklamsia jauh lebuh tinggi.
c. Usia. Ibu hamil berusia di atas 35 tahun akan lebih besar risikonya menderita prekiamsia.
d. Obesitas. Preekiamsia lebih banyak menyerang ibu hamil yang mengalami obesitas.
e. Kehamilan kembar. Mengandung bayi kembar juga meningkatkan risiko preeklamsia.
f. Kehamilan dengan diabetes. Wanita dengan diabetes saat hamil memiliki risiko preekiasia seiring perkembangan kehamilan.
- Pada bayi, preeklampsia mencegah placenta (jalur penyaluran udara dan makanan untuk darah yang cukup, sehinggabayi bisa kekurangan oksigen(hypoxia) dan makanan. Hal ini dapat menimbulkan rendahnya bobot tubuh bayi ketika lahir dan juga menimbulkan masalah lain pada bayi, seperti kelahiran prematur sampai dengan kematian pada saat kelahiran(perinatal death).
Tetapi banyak wanita penderita preeklampsia tetap melahirkan bayi yang sehat. Hal ini karena preeklampsia dapat diteteskan lebih awal apabila calon ibu rajin merawat kehamilannya.
J. Penanganan Pre-eklampsia
Penanganan pre-eklampsia bertujuan untuk menghindari kelanjutan menjadi eklampsia dan pertolongan kehidanan dengan melahirkan janin dalam keadaan optimal dan bentuk pertolongan dengan trauma minimal.
Pada Pre-eklamsia ringan penanganan simtomsis dan berobat jalan dengan memberikan :
1. Sedativa ringan.
• Phenobarbital 3 x 30 mgr
• Valium 3 x 10 mgr
2. Obat Penunjang
• Vitamin B. Kompleks
• Vitamin C atau Vitamin E
• Zat besi
3. Jadawal pemeriksaan hamil dipercepat dan diperketat
Petunjuk untuk segera memasukkan penderita ke rumah sakit atau merujuk penderita perlu memperhatikan hal berikut :
1. Bila tekanan darah 140/90mm Hg atau lebih
2. Protein dalam urin I plus atau lebih
3. Kenaikkan berat I ½ kg atau lebih dalam seminggu
4. Edama bertambah dengan mendadak
Penanganan pada Preeklampsia berat :
a. Diberi Sedativa yang kuat untuk mencegah timbulnya kejang-kejang.
b. Apabila sesudah 12-24 jam bahaya akut tidak dapat diatasi maka dapat di pikirkan cara untuk mengakhiri kehamilan. Tindakan ini perlu untuk mencegah seterusnya bahaya Eklampsia.
K. PENATALAKSANAAN DIET PADA IBU HAMIL Dengan PRE-EKLAMSIA
a. Definisi diet
Diet diartikan sebagai susunan makanan sehari – hari. Diet sesorang bergantung pada kebutuhan bagi tubuhnya, sedangkan kebutuhan tersebut bergantung pada aktivitas dan kondisi orang yang bersangkutan.
b. Tujuan Diet pada Preeklamsia
1. Mencapai dan mempertahankan status gizi optimal
2. Mencapai dan mempertahankan tekanan darah agar tetap normal
3. Mencapai keseimbangan nitrogen
4. Mencegah dan mengurangi retensi garam
5. Menjaga agar penambahan berat badan tidak melebihi normal
6. Mengurangi dan mencegah timbulnya faktor resiko lain atau penyakit lain pada saat kehamilan atau setelah melahirkan.
c. Prinsip Diet
Diet Preeklampsia I
Diberikan pada Preeklampsia berat :
a. Makanan diberikan dalam bentuk cair terdiri dari susu dan sari buah.
b. Diet ini hanya diberikan 1-2 hari.
Diet Preeklampsia II
Diberikan pada Preeklampsia sedang
a. Makanan dalam bentuk saring atau lunak.
b. Diet rendah garam I
Diet Preeklampsia III
Diberikan pada Preeklampsia ringan
a. Mengandung protein tinggi
b. rendah garam
d. Syarat diet pada PreEklamsia
Diet Preeklampsia I
Diberikan pada Preeklampsia berat :
a. Energi 1032 Kkal
b. Protein 19 gr
c. Lemak 19 gr
d. Karbohidrat 211 gr
e. Kalsium 600 gr
f. Besi 6,9 mg
g. Vitamin A 750 (IU)
h. Vitamin C 283 mg
i. Natrium 267 mg
Diet Preeklampsia II
Diberikan pada Preeklampsia sedang
a. Energi 1604 Kkal
b. Protein 44 gr
c. Lemak 44 gr
d. Karbohidrat 261 gr
e. Kalsium 500 gr
f. Besi 17,3 mg
g. Vitamin A 2796 (IU)
h. Vitamin C 199 mg
i. Natrium 362 mg
Diet Preeklampsia III
Diberikan pada Preeklampsia ringan
a. Energi 2128 Kkal
b. Protein 63 gr
c. Lemak 63 gr
d. Karbohidrat 305 gr
e. Kalsium 800 gr
f. Besi 24,2 mg
g. Vitamin A 3035 (IU)
h. Vitamin C 199 mg
e. Bahan makanan yang dianjurkan dan yang tidak dianjurkan
Makanan yang dianjurkan :
1. Roti panggang, biskuit, nasi, krekers, dan popcorn
2. Buah segar dan sari buah
3. Susu, teh, kaldu yang tidak berlemak, jus jeruk
4. Ikan, telur, tempe, tahu, sedikit daging
5. Sayur – sayuran seperti : Bayam, wortel, buncis, kacang panjang.
Makanan yang tidak dianjurkan :
1. Bahan makanan dan minuman yang mengandung alkohol, kafein, seperti : minuman keras, kopi dan rokok.
2. Bahan makanan yang mengandung zat tambahan seperti : pengawet, pewarna, dan bahan penyedap.
3. Makanan yang mengandung lemak tinggi dan berminyak seperti : mentega, daging babi asin, kue kering.
4. Makanan yang menimbulkan gas seperti : brokoli, kol, bawang, nangka, nenas, dan kacang kering.
f. Contoh menu seimbang untuk Ibu hamil dengan pre-eklamsia
Pagi Siang Malam
Nasi
Telur dadar
Susu
Apel, jeruk
Pukul 10.00
Bubur kacang ijo
Susu Nasi
Ikan bakar
Sayur asam
Tempe bacem
Apel
Pukul 16.00
Susu
Sari buah Roti+nasi
Ayam goreng
Pisang
Sayur sup
Pukul 21.00
Telur ½ masak
Puding (agar-agar)
g. Kebutuhan gizi sehari Ibu hamil dengan pre-eklamsia
Preeklampsia I
Diberikan pada Preeklampsia berat :
Energi 1032 Kkal
Protein 19 gr
Lemak 19 gr
Karbohidrat 211 gr
Kalsium 600 gr
Besi 6,9 mg
Vitamin A 750 (IU)
Vitamin C 283 mg
Natrium 267 mg
Preeklampsia II
Diberikan pada Preeklampsia sedang
Energi 1604 Kkal
Protein 44 gr
Lemak 44 gr
Karbohidrat 261 gr
Kalsium 500 gr
Besi 17,3 mg
Vitamin A 2796 (IU)
Vitamin C 199 mg
Natrium 362 mg
Preeklampsia III
Diberikan pada Preeklampsia ringan
Energi 2128 Kkal
Protein 63 gr
Lemak 63 gr
Karbohidrat 305 gr
Kalsium 800 gr
Besi 24,2 mg
Vitamin A 3035 (IU)
Vitamin C 199 mg
h. Hal-hal penting yang harus diperhatikan oleh ibu hamil dengan Preeklampsia
1. Garam dalam makanan dikurangi
2. Lebih banyak istrahat
3. Segera datang memeriksa diri, bila terdapat gejala sakit kepala, mata, kabur, edama mendadak atau berat badan naik, pernapasan semakin sesak, nyeri pada epigastrium, kesadaran makin berkurang, gerak janin melemah dan berkurang, pengeluaran urin berkurang.
4. Mengkonsumsi makanan beragam, bergizi, dan berimbang.
5. Hindari makanan yang mengandung lemak tinggi.
6. Hindari merokok dan minum minuman keras.
7. Kurangi bahan makanan yang mengandung zat pewarna, pengawet, dan bahan penyedap.
Preeklampsia (Pre-eklam-si-a) atau toxemia, adalah suatu ganguan yang muncul pada masa kehamilan,umumnya terjadi pada usia kehamilan diatas 20 minggu.preklampsia dikeluargannya. Resiko lebih tinggi terjadi pada wanita yang memiliki banyak anak, ibu hamil usia remaja, dan wanita hamil diatas usia 40 tahun. Selain itu,wanita dengan tekanan darah tinggi atau memiliki ganguan ginjal sebelum hamil juga beresiko tinggi mengalami preeklamsia.
B. Etiologi
Sampai saat ini, etiologi pasti dan preeklamsia/eklamplia belum diketahui. Ada beberapa teori mencoba menjelaskan perkiraan etiologi dan kelainan tersebut diatas, sehingga kelainan ini sering dikenal sebagai the diseases of theory.
Adapun teori-teori tersebut antara lain:
Peran Prostasiklin dan Tromboksan
Pada Preeclamsia didapatkan kerusakan pada endotel vaskuler, sehingga terjadi penurunan produksi prostasiklin (PGI 2) yang pada kehamilan normal menigkat, aktivasi penggupalan dan fibrinolis, yang kemudian akan diganti dengan trombin dan plasmin. Trobin akan mengkomsumsi antitrombin III sehingga terjadi depsit fibrin, aktivasi trombosit menyebabkan pelepasan tromboksan (TxA2) dan serotonim,sehingga terjadi vasospasme dan kerusakan endotel.
Peran faktor Imuunologis
Preeklampsia sering terjadi pada kehamilan pertama dan tidak timbul lagi pada kehamilan berikutnya. Hal ini dapat diterangkan bahwa pada kehamilan pertama pembentukan blobking antibodies terhadap antigen plasenta titik sempurna, yang semakin sempurna pada kehamilan berikutnya. Fierlie F.M (1992) mendapatkan beberapa data yang mendukung adanya system imun pada Penderita Preeklampsia. Beberapa wanita dengan Preeklampsia mempunyai kompleks imun dan serum, Beberapa studo juga mendapatkan adanya aktivasi system komplemen pada Preeklampsia diikuti dengan proteinuri, Stirat (1986) menyimpulkan, meskipun ada beberapa pendapat menyebutkan bahwa system imum, humeral dan aktivasi komplemen terjadi pada Preeklampsia, tetapi tidak ada bukti bahwa sistem imunologi bisa menyebabkan Preeklampsia Faktor Genetik / Familial 4.5.
Beberapa bukti yang menunjukan peran faktor genetic pada kejadian Preeklampsia antara lain : Preeklampsia hanya terjadi pada manusia.
Terdapat kecenderungan meningkatnya frekuensi Preeklampsia pada anak-anak dan Ibu yang menderita Preeklampsia.
Kecenderungan meningkat frekuensi Preeklampsia pada anak dan cucu ibu hamil dengan peran Renin-Angiotensin-Aldosteron sistem (RAAS)
C. Perubahan Patologi
Perubahan patologis berbagai orgam petning dijabarkan sebagai berikut :
1. Perubahan Hati
o Perdarahan yang teratur
o Tejadi nekrosis, trombosis pada lobus hati
o Rasa nyeri di epigastrium karena perdarahan suhkapsuier.
2. Retina
o Spasme arteriol,edema sekitar discus optikus
o Abiasio retina (lepasnya retina)
o Menyebabkan penglihatan kabur
D. Klasifikasi Pre-eklampsia
Pre-eklampsia digolongkan ke dalam Pre-eklampsia ringan dan pre-eklampsia berat dengan gejala dan tanda sebagai berikut :
Pre-eklampsia ringan
1. Tekanan darah sistolik 140 atau kenaikan 30 mmHg dengan interfal pemeriksaan 6 jam
2. Tekanan darah diastolik 90 atau kenaikan 15 mm Hg dengan interval pemeriksaan 6 jam
3. Kenaikan berat badan 1 kg atau lebih dalam seminggu
4. Proteinunia 0,3 gr atau lebih dengan tingkat kualitatif plus I sampai 2 pada urin keteter atau urin aliran pertengahan.
Pre-eklampsia berat
Bila salah satu diantara gejala atau tanda diketemukan pada ibuhamil sudah dapat digolongkan Pre-eklampsia berat :
1. Tekanan darah 160/110 mm Hg
2. Oligonia, urin kurang dan 400 cc/24 jam.
3. Proteinuria lebih dan 3 gr/liter
4. Keluhan subjektif :
Nyeri epigastrium§
Gangguan penglihatan§
Nyeri kepala§
Oedema paru dan sianosis§
Gangguan kesadaran§
5. Pemeriksaan :
Kadar enzim hati meningkat disertai ikterus§
Pendarahan pada retina§
Trombosis kurang dan 100.000/mm§
Peningkatan gejala dan tanda Pre-eklampsia berat memberikan petunjuk akan terjadi eklampsia, yang mempunyai prognosa buruk dengan angka kematian maternal dan janin tinggi.
E. Dasar Diagnosis Pre-Eklampsia
Kejadian Pre-eklampsia dan eklampsia sulit di cegah, tetapi diagnosis dini sangat menentukan kelahiran janin. Pengawasan hamil sangat penting karena Pre-eklampsia berat dan eklampsia merupakan penyebab kematian yang cukup tinggi, terutama di negara berkembang. Diagnosis ditetapkan dengan dua dari tiga pre-eklampsia yaitu kenaikan berat badan-edema, kenaikan tekanan darah, dan terdapat proteinuria.
F. PEMERIKSAAN DAN DIAGNOSA
1. Pemeriksaan antropometri
- Berat badan
- Tinggi badan
- LILA
2. PemeriksaanFisik
- PengukuranTD
- Pernapasan
- Suhu
- Nadi
3. Pemeriksaan Lab.
- Analisisprotein dalam urin
- Pemeriksaan hematologik(Hematokrit,Jumlah trombosit)
- Pemeriksaan fungsi hati(bilirubin, protein serum)
- Pemeriksaanfungsi ginjal(Areum dan kreatin)
4. Pemeriksaan Klinis :
- Pemeriksaan Oedema
- Pemeriksaan Hypertensi
- Pemeriksaan Urine
G. Gejala
Gejala terjadinya preklamsia adalah naiknya tekanan darah (hipertensi) dan kadar protein dalam urin yang berlebihan (proteinuria),setelah kehamilan mencapai 20 minggu. Kelebihan protein akan mempengaruhi kerja ginjal. Gejala lain yang bisa terjadi, antara lain :
- Sakit kepala
- Masalah penglihatan, termasuk kebutaan sementara, pandangan buram dan lebih sensitif pada cahaya/silau.
- Nyeri perut bagian atas, biasanya dibawah rusuk sebelah kanan
- Muntah
- Pusing
- Berkurangnya volume urin.
- Beratnya badan yang naik secara cepat, biasanya diatas 2 Kg perminggu
- Pembengkakan (edema) pada wajah dan tangan, sering menyertai pre-eklamsia
- Walau tidak selalu, sebab edema kerap terjadi pada kehamilan yang normal.
H. PENYEBAB
Pre-eklamsi dulunya dikenal sebagai toksemia, karena diperkirakan adanya racun dalam aliran darah ibu hamil. Meski teori sudah dibantah, tetapi penyebab preeklamsia hingga kini belum diketahui. Penyebab lain yang diperkirakan terjadi, adalah :
- Kelainan aliran darah menuju rahim
- Kerusakan pembuluh darah
- Masalah dengan sistim ketahanan tubuh
- Diet atau konsumsi makanan yang salah
I. Faktor Resiko
Preeklamsia untuk Ibu dan Bayi
- Pada Ibu
a. Sejarah preklamsia. Ibu hamil dengan sejarah keluarga menderita preeklamsia akan meningkatkan resiko ikut terkena preeklamsia, berisiko tinggi mengalami keguguran, gagal ginjal akut, pendarahan otak, pembekuan darah intravascular, pembengkakan paru – paru, kolaps pada sistem pembuluh darah, dan eklampsia yaitu gangguan tahap lanjutan yang ditandai dengan serangan toxemia bisa berakibat sangat serius bagi ibu dan bayinya.
b. Kehamilan pertama. Di kehamilan pertama, risiko mengalami preeklamsia jauh lebuh tinggi.
c. Usia. Ibu hamil berusia di atas 35 tahun akan lebih besar risikonya menderita prekiamsia.
d. Obesitas. Preekiamsia lebih banyak menyerang ibu hamil yang mengalami obesitas.
e. Kehamilan kembar. Mengandung bayi kembar juga meningkatkan risiko preeklamsia.
f. Kehamilan dengan diabetes. Wanita dengan diabetes saat hamil memiliki risiko preekiasia seiring perkembangan kehamilan.
- Pada bayi, preeklampsia mencegah placenta (jalur penyaluran udara dan makanan untuk darah yang cukup, sehinggabayi bisa kekurangan oksigen(hypoxia) dan makanan. Hal ini dapat menimbulkan rendahnya bobot tubuh bayi ketika lahir dan juga menimbulkan masalah lain pada bayi, seperti kelahiran prematur sampai dengan kematian pada saat kelahiran(perinatal death).
Tetapi banyak wanita penderita preeklampsia tetap melahirkan bayi yang sehat. Hal ini karena preeklampsia dapat diteteskan lebih awal apabila calon ibu rajin merawat kehamilannya.
J. Penanganan Pre-eklampsia
Penanganan pre-eklampsia bertujuan untuk menghindari kelanjutan menjadi eklampsia dan pertolongan kehidanan dengan melahirkan janin dalam keadaan optimal dan bentuk pertolongan dengan trauma minimal.
Pada Pre-eklamsia ringan penanganan simtomsis dan berobat jalan dengan memberikan :
1. Sedativa ringan.
• Phenobarbital 3 x 30 mgr
• Valium 3 x 10 mgr
2. Obat Penunjang
• Vitamin B. Kompleks
• Vitamin C atau Vitamin E
• Zat besi
3. Jadawal pemeriksaan hamil dipercepat dan diperketat
Petunjuk untuk segera memasukkan penderita ke rumah sakit atau merujuk penderita perlu memperhatikan hal berikut :
1. Bila tekanan darah 140/90mm Hg atau lebih
2. Protein dalam urin I plus atau lebih
3. Kenaikkan berat I ½ kg atau lebih dalam seminggu
4. Edama bertambah dengan mendadak
Penanganan pada Preeklampsia berat :
a. Diberi Sedativa yang kuat untuk mencegah timbulnya kejang-kejang.
b. Apabila sesudah 12-24 jam bahaya akut tidak dapat diatasi maka dapat di pikirkan cara untuk mengakhiri kehamilan. Tindakan ini perlu untuk mencegah seterusnya bahaya Eklampsia.
K. PENATALAKSANAAN DIET PADA IBU HAMIL Dengan PRE-EKLAMSIA
a. Definisi diet
Diet diartikan sebagai susunan makanan sehari – hari. Diet sesorang bergantung pada kebutuhan bagi tubuhnya, sedangkan kebutuhan tersebut bergantung pada aktivitas dan kondisi orang yang bersangkutan.
b. Tujuan Diet pada Preeklamsia
1. Mencapai dan mempertahankan status gizi optimal
2. Mencapai dan mempertahankan tekanan darah agar tetap normal
3. Mencapai keseimbangan nitrogen
4. Mencegah dan mengurangi retensi garam
5. Menjaga agar penambahan berat badan tidak melebihi normal
6. Mengurangi dan mencegah timbulnya faktor resiko lain atau penyakit lain pada saat kehamilan atau setelah melahirkan.
c. Prinsip Diet
Diet Preeklampsia I
Diberikan pada Preeklampsia berat :
a. Makanan diberikan dalam bentuk cair terdiri dari susu dan sari buah.
b. Diet ini hanya diberikan 1-2 hari.
Diet Preeklampsia II
Diberikan pada Preeklampsia sedang
a. Makanan dalam bentuk saring atau lunak.
b. Diet rendah garam I
Diet Preeklampsia III
Diberikan pada Preeklampsia ringan
a. Mengandung protein tinggi
b. rendah garam
d. Syarat diet pada PreEklamsia
Diet Preeklampsia I
Diberikan pada Preeklampsia berat :
a. Energi 1032 Kkal
b. Protein 19 gr
c. Lemak 19 gr
d. Karbohidrat 211 gr
e. Kalsium 600 gr
f. Besi 6,9 mg
g. Vitamin A 750 (IU)
h. Vitamin C 283 mg
i. Natrium 267 mg
Diet Preeklampsia II
Diberikan pada Preeklampsia sedang
a. Energi 1604 Kkal
b. Protein 44 gr
c. Lemak 44 gr
d. Karbohidrat 261 gr
e. Kalsium 500 gr
f. Besi 17,3 mg
g. Vitamin A 2796 (IU)
h. Vitamin C 199 mg
i. Natrium 362 mg
Diet Preeklampsia III
Diberikan pada Preeklampsia ringan
a. Energi 2128 Kkal
b. Protein 63 gr
c. Lemak 63 gr
d. Karbohidrat 305 gr
e. Kalsium 800 gr
f. Besi 24,2 mg
g. Vitamin A 3035 (IU)
h. Vitamin C 199 mg
e. Bahan makanan yang dianjurkan dan yang tidak dianjurkan
Makanan yang dianjurkan :
1. Roti panggang, biskuit, nasi, krekers, dan popcorn
2. Buah segar dan sari buah
3. Susu, teh, kaldu yang tidak berlemak, jus jeruk
4. Ikan, telur, tempe, tahu, sedikit daging
5. Sayur – sayuran seperti : Bayam, wortel, buncis, kacang panjang.
Makanan yang tidak dianjurkan :
1. Bahan makanan dan minuman yang mengandung alkohol, kafein, seperti : minuman keras, kopi dan rokok.
2. Bahan makanan yang mengandung zat tambahan seperti : pengawet, pewarna, dan bahan penyedap.
3. Makanan yang mengandung lemak tinggi dan berminyak seperti : mentega, daging babi asin, kue kering.
4. Makanan yang menimbulkan gas seperti : brokoli, kol, bawang, nangka, nenas, dan kacang kering.
f. Contoh menu seimbang untuk Ibu hamil dengan pre-eklamsia
Pagi Siang Malam
Nasi
Telur dadar
Susu
Apel, jeruk
Pukul 10.00
Bubur kacang ijo
Susu Nasi
Ikan bakar
Sayur asam
Tempe bacem
Apel
Pukul 16.00
Susu
Sari buah Roti+nasi
Ayam goreng
Pisang
Sayur sup
Pukul 21.00
Telur ½ masak
Puding (agar-agar)
g. Kebutuhan gizi sehari Ibu hamil dengan pre-eklamsia
Preeklampsia I
Diberikan pada Preeklampsia berat :
Energi 1032 Kkal
Protein 19 gr
Lemak 19 gr
Karbohidrat 211 gr
Kalsium 600 gr
Besi 6,9 mg
Vitamin A 750 (IU)
Vitamin C 283 mg
Natrium 267 mg
Preeklampsia II
Diberikan pada Preeklampsia sedang
Energi 1604 Kkal
Protein 44 gr
Lemak 44 gr
Karbohidrat 261 gr
Kalsium 500 gr
Besi 17,3 mg
Vitamin A 2796 (IU)
Vitamin C 199 mg
Natrium 362 mg
Preeklampsia III
Diberikan pada Preeklampsia ringan
Energi 2128 Kkal
Protein 63 gr
Lemak 63 gr
Karbohidrat 305 gr
Kalsium 800 gr
Besi 24,2 mg
Vitamin A 3035 (IU)
Vitamin C 199 mg
h. Hal-hal penting yang harus diperhatikan oleh ibu hamil dengan Preeklampsia
1. Garam dalam makanan dikurangi
2. Lebih banyak istrahat
3. Segera datang memeriksa diri, bila terdapat gejala sakit kepala, mata, kabur, edama mendadak atau berat badan naik, pernapasan semakin sesak, nyeri pada epigastrium, kesadaran makin berkurang, gerak janin melemah dan berkurang, pengeluaran urin berkurang.
4. Mengkonsumsi makanan beragam, bergizi, dan berimbang.
5. Hindari makanan yang mengandung lemak tinggi.
6. Hindari merokok dan minum minuman keras.
7. Kurangi bahan makanan yang mengandung zat pewarna, pengawet, dan bahan penyedap.
BAB III
PENUTUP
Demikian
yang dapat saya paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam
makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena
terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada
hubungannya dengan judul makalah ini.
Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman sudi memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan dan penulisan makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca dan dosen yang budiman pada umumnya.
Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman sudi memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan dan penulisan makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca dan dosen yang budiman pada umumnya.
KESIMPULAN
Dari makalah ini dapat di simpulkan bahwa pre-eklamsia
merupakan salah satu faktor penyebab utama kematian maternal dan perinatal yang
tinggi, karena pre-eklamsi merupakan komplikasi dari hipertensi yang di sertai
protein urine dan oedema setelah umur kehamilan 20 minggu
Oleh karena itu sebaiknya dilakukan pencegahan agar tidak terjadi pre-eklamsi, salah satunya adalah dengan cara menyusun menu simbang untuk diet Ibu hamil dengan preeklamsia.
Oleh karena itu sebaiknya dilakukan pencegahan agar tidak terjadi pre-eklamsi, salah satunya adalah dengan cara menyusun menu simbang untuk diet Ibu hamil dengan preeklamsia.
DAFTAR PUSTAKA
Prohardjo,Sarwono.Ilmu
Kebidanan. Edisi 3. Jakarta. 2007[
Peath Francin Erra. Gizi Dalam Keseharian :Reproduksi : Buku Kedokteran. EGC. 2004[
http://diyahratehpertiwi.blogspot.com/
Peath Francin Erra. Gizi Dalam Keseharian :Reproduksi : Buku Kedokteran. EGC. 2004[
http://diyahratehpertiwi.blogspot.com/
Kamis, 30 Januari 2014
MAKALAH ASUHAN KEBIDANAN KEHAMILAN
MAKALAH ASUHAN KEBIDANAN KEHAMILAN
KEBUTUHAAN
FISIK IBU HAMIL TRIMESTER I, II, III TENTANG ELIMINASI
Disusun oleh
Yuli
Setia Ningsih
II-A
DIII Kebidanan
STIKES
DIAN HUSADA MOJOKERTO TAHUN 2013/2014
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan
puja dan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa dalam kesempatan ini
saya dapat menyusun makalah yang kami
buat mengenai sehingga kita lebih
memahami tentang diet pada ibu hamil dengan preeklamsi.
Semoga para pembaca
sekalian setelah membaca makalah ini akan lebih tahu tentang apa itu diet pada
ibu hamil dengan preeklamsi.
Demikian kata pangantar ini terimakasih dan
selamat membaca.
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Kehamilan yang sehat , kondisi fisik yang aman dan keadaan emosi yang memuaskan baik bagi ibu maupun janin adalah hasil akhir yang diharapkan dari asuhankebidanan. Supervise dan pengawasan kesehatan yang konsisten sangat penting. Banyak adaptasi selama kehamilan yang tidak diketahui ibu hamil dan keluarganya. Bidan yang memiliki pengetahuan dapat membantu ibu hamil mengenali hubungan antara status fisik dan rencana perawatannya. Berbagai informasi membangkitkan semangat ibu hamil untuk berpartisipasi dalam perawatannya sendiri. hal ini bergantung kepada keingintahuannya, kebutuhannya akan pengetahuan, dan kesiapannya untuk belajar.Kehamilan merupakan suatu proses kehidupan seorang wanita, dimana dengan adanya proses ini terjadi perubahan-perubahan. Perubahan tersebut meliputi perubahanfisik, mental dan sosial. Selain kebutuhan psikologis, kebutuhan fisik juga harusdiperhatikan agar kehamilan dapat berlangsung dengan aman dan lancar. Kebutuhan fisik yang diperlukan ibu selama hamil meliputi oksigen, nutrisi, peronal hygiene,pakaian, eliminasi, seksual, mobilisasi & body mekanik, exercise/senam hamil,istirahat/tidur, imunisasi, traveling, persiapan laktasi, persiapan kelahiran bayi,memantau kesejahteraan bayi, ketidaknyamanan dan cara mengatasinya, kunjunganulang, pekerjaan, tanda bahaya dalam kehamilan. Namun dalam makalah ini kami akanmembahas tentang Eliminasi pada ibu hamil trimester I, II, dan III. Kebutuhan Eliminasi Ibu Hamil adalah permasalahan yang terjadi yang berhubungan dengan Buang air Kecil dan Buang air Besar selama masa kehamilan. Masalah BAK dan BAB selama masa kehamilan bisa terjadi menjadi tidak lancar jikahal yang menjadi mandatory selama masa kehamilan tidak dijaga dengan baik. Makadengan itu perlunya para ibu-ibu untuk mengetahui apa itu Kebutuhan Eliminasi PadaIbu Hamil yang di perlukan.
Kehamilan yang sehat , kondisi fisik yang aman dan keadaan emosi yang memuaskan baik bagi ibu maupun janin adalah hasil akhir yang diharapkan dari asuhankebidanan. Supervise dan pengawasan kesehatan yang konsisten sangat penting. Banyak adaptasi selama kehamilan yang tidak diketahui ibu hamil dan keluarganya. Bidan yang memiliki pengetahuan dapat membantu ibu hamil mengenali hubungan antara status fisik dan rencana perawatannya. Berbagai informasi membangkitkan semangat ibu hamil untuk berpartisipasi dalam perawatannya sendiri. hal ini bergantung kepada keingintahuannya, kebutuhannya akan pengetahuan, dan kesiapannya untuk belajar.Kehamilan merupakan suatu proses kehidupan seorang wanita, dimana dengan adanya proses ini terjadi perubahan-perubahan. Perubahan tersebut meliputi perubahanfisik, mental dan sosial. Selain kebutuhan psikologis, kebutuhan fisik juga harusdiperhatikan agar kehamilan dapat berlangsung dengan aman dan lancar. Kebutuhan fisik yang diperlukan ibu selama hamil meliputi oksigen, nutrisi, peronal hygiene,pakaian, eliminasi, seksual, mobilisasi & body mekanik, exercise/senam hamil,istirahat/tidur, imunisasi, traveling, persiapan laktasi, persiapan kelahiran bayi,memantau kesejahteraan bayi, ketidaknyamanan dan cara mengatasinya, kunjunganulang, pekerjaan, tanda bahaya dalam kehamilan. Namun dalam makalah ini kami akanmembahas tentang Eliminasi pada ibu hamil trimester I, II, dan III. Kebutuhan Eliminasi Ibu Hamil adalah permasalahan yang terjadi yang berhubungan dengan Buang air Kecil dan Buang air Besar selama masa kehamilan. Masalah BAK dan BAB selama masa kehamilan bisa terjadi menjadi tidak lancar jikahal yang menjadi mandatory selama masa kehamilan tidak dijaga dengan baik. Makadengan itu perlunya para ibu-ibu untuk mengetahui apa itu Kebutuhan Eliminasi PadaIbu Hamil yang di perlukan.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimangsud dengan Kebutuhan Eliminasi pada Ibu Hamil dari Trimester 1, 2 dan3 ?
2. Apa saja Kebutuhan Eliminasi yang harus dipenuhi pada Ibu Hamil pada trimester 1, 2 dan 3?
3. Eliminasi apa saja yang terjadi pada IBU Hamil ?
4. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi eliminasi ?
5. Hal-hal apa saja yang dapat dilakukan untuk mengatasi terjadinya eliminasi?
6. Gangguan-gangguan apa saja saja yang dapat terjadi dalam proses eliminasi ?
1.3 Tujuan Penulisan
Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah, adapun tujuan dalam penulisan makalah ini adalah untuk menambah pengetahuan pada ibuselama hamil, sehingga permasalahan eliminasi tersebut bisa diatasi dengan baik. Selain itu juga agar dapat membantu proses perkuliahan Asuhan Kebidanan bagi para mahasiswa DIII Kebidanan, baik itu untuk mahasiswa maupun para dosen pengampu.
1.4 Manfaat Penulisan
1. Dapat memudahkan kita untuk mempelajari apa itu eliminasi pada ibu hamil trimester 1,2,dan 3.
2. Menambah wawasan tentang kebutuhan eliminasi yang harus dipenuhi oleh ibu hami trimester 1,2,dan 3.
3. Dapat mengetahui eliminasi apa saja yang terjadi pada ibu hamil trimester 1,2,dan 3.
4. Dapat mengetahui factor-faktor hal-hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi terjadinya eliminasi serta gangguan yang dapat terjadi dalam proses eleminasi.
1.5 Metode Penulisan
Adapun metode penulisan yang kami gubakan dalam penulisan karya ilmiah ini yaitu Daftar pustaka, karena data-data yang kami peroleh untuk mendukung penulisan makalah ini bersumber pada buku-buku penunjang kebidanan serta dari internet.
BAB II ISI (PEMBAHASAN)
Kebanyakan ibu hamil lebih sering ke kamar mandi untuk melakukan tindakan eliminasi.Salah satu alasan akan meningkatnya pembuangan air kemih adalah meningkatkanvolume cairan tubuh dan membaiknya efisiensi ginjal, yang membantu produk sisa dari tubuhdengan cepat. Alasan lainnya adalah adanya penekanan dari Rahim yang berkembang, yangmasih terletak di ronga panggul di sebelah kandung kemih. Tekanan pada kandung kemih iniseringkali mereda setelah Rahim naik ke rongga perut, pada sekitar bulan keempat. Mungkinhal ini tidak akan kembali sampai bayi kembali turun ke rongga panggul pada bulankesembilan. Karena pengaturan alat-alat di dalam tubuh berbeda pada setiap orang, makaderajat seringnya pengeluaran air kemih pada kehamilan juga bisa berbeda-beda.
2.1 Pengertian Kebutuhan Eliminasi pada Ibu Hamil dari Trimester 1, 2 dan 3
Kebutuhan Eliminasi adalah suatu kebutuhan yang dialami oleh setiap Ibu hamil yang berhubungan dengan BAK dan BAB karena terjadinya perubahan kondisi fisik yang terjadi pada masa kehamilan. Supaya BAK dan BAB tidak bermasalah maka ada hal – hal tertentu yang harus dilakukan supaya tidak mengalami gangguan BAk dan BAB.
• Eliminasi Urin
Eliminasi adalah proses pembuangan sisia metabolisme tubuh baik berupa urine atau alvi (buang air besar). Kebutuhan eliminasi terdiri dari atas dua, yakni eliminasi urine (kebutuhan buang air kecil) dan eliminasi alvi (kebutuhan buang air besar).
• Eliminasi Alvi (Defekasi)
Defekasi adalah proses pengosongan usus yang sering disebut buang air besar. Terdapat dua pusat ang menguasai refleks untuk defekasi, yang terletak di medula dan sumsum tulang belakang. Secara umum, terdapat dua macam refleks yang membantu proses defekasi yaitu refleks defekasi intrinsic dan refleks defekasi parasimpatis.
Kebanyakan ibu hamil lebih sering ke kamar mandi untuk melakukan tindakan eliminasi.Salah satu alasan akan meningkatnya pembuangan air kemih adalah meningkatkanvolume cairan tubuh dan membaiknya efisiensi ginjal, yang membantu produk sisa dari tubuhdengan cepat. Alasan lainnya adalah adanya penekanan dari Rahim yang berkembang, yangmasih terletak di ronga panggul di sebelah kandung kemih. Tekanan pada kandung kemih iniseringkali mereda setelah Rahim naik ke rongga perut, pada sekitar bulan keempat. Mungkinhal ini tidak akan kembali sampai bayi kembali turun ke rongga panggul pada bulankesembilan. Karena pengaturan alat-alat di dalam tubuh berbeda pada setiap orang, makaderajat seringnya pengeluaran air kemih pada kehamilan juga bisa berbeda-beda.
2.1 Pengertian Kebutuhan Eliminasi pada Ibu Hamil dari Trimester 1, 2 dan 3
Kebutuhan Eliminasi adalah suatu kebutuhan yang dialami oleh setiap Ibu hamil yang berhubungan dengan BAK dan BAB karena terjadinya perubahan kondisi fisik yang terjadi pada masa kehamilan. Supaya BAK dan BAB tidak bermasalah maka ada hal – hal tertentu yang harus dilakukan supaya tidak mengalami gangguan BAk dan BAB.
• Eliminasi Urin
Eliminasi adalah proses pembuangan sisia metabolisme tubuh baik berupa urine atau alvi (buang air besar). Kebutuhan eliminasi terdiri dari atas dua, yakni eliminasi urine (kebutuhan buang air kecil) dan eliminasi alvi (kebutuhan buang air besar).
• Eliminasi Alvi (Defekasi)
Defekasi adalah proses pengosongan usus yang sering disebut buang air besar. Terdapat dua pusat ang menguasai refleks untuk defekasi, yang terletak di medula dan sumsum tulang belakang. Secara umum, terdapat dua macam refleks yang membantu proses defekasi yaitu refleks defekasi intrinsic dan refleks defekasi parasimpatis.
2.2
Kebutuhan Eliminasi pada Ibu Hamil pada trimester 1, 2 dan 3 yang harus
dipenuhi adalah sebagai berikut :
o Trimester I : Cukup karbohidrat, protein, lemak, vitamin mineral dan air.
o Trimester II : Jumlah karbohidrat dan protein tetap.
o Trimester III : Karbohidrat dikurangi, perbanyak sayur, buah – buahan segar, kenaikan Berat Badan tidak boleh lebih dari ½ kg perminggu. (
Memasuki trimester ketiga, ibu harus mengurangi konsumsi karbohidrat. Karena kebutuhan karbohidrat ibu sudah tidak setinggi pada saat trimester I dan II (60%), kebutuhan karbohidrat pada trimester III hanya 50% saja. Sebaiknya ibu hamil dan akan melahirkan banyak mengkonsumsi serat. )
o Trimester I : Cukup karbohidrat, protein, lemak, vitamin mineral dan air.
o Trimester II : Jumlah karbohidrat dan protein tetap.
o Trimester III : Karbohidrat dikurangi, perbanyak sayur, buah – buahan segar, kenaikan Berat Badan tidak boleh lebih dari ½ kg perminggu. (
Memasuki trimester ketiga, ibu harus mengurangi konsumsi karbohidrat. Karena kebutuhan karbohidrat ibu sudah tidak setinggi pada saat trimester I dan II (60%), kebutuhan karbohidrat pada trimester III hanya 50% saja. Sebaiknya ibu hamil dan akan melahirkan banyak mengkonsumsi serat. )
2.3 Eliminasi yang terjadi pada IBU Hamil
o Trimester I : Frekuensi BAK menigkat karena kandungan kencing tertekan oleh pembesaran uterus, BAB normal konsistensi lunak.
o Trimester II : Frekuensi BAK normal kembali karena uterus telah keluar dari rongga panggul.
o Trimester III : Frekuensi BAK meningkat karena penurunan kepala bayi, BAB sering obstipasi ( sembelit ) karena hormone progesteron meningkat.
2.4 Faktor-faktor yang mempengaruhi eliminasi urin dan alvi adalah
o Diet dan asupan
Jumlah dan tipe makanan merupakan faktor utama yang memengaruhi output urine (jumlah urine) dan defekasi. Protein dan natrium dapat menentukan jumlah urine yang dibentuk.Selain itu, minum kopi juga dapat meningkatkan pembentukan urine. Disamping itu makanan yang memiliki kandungan serat tinggi dapat membantu proses percepatan defekasi dan jumlah yang dikonsumsipun dapat memengaruhinya
o Respon keinginan awal untuk berkemih
Kebiasaan mengabaikan keinginan awal utnuk berkemih dapat menyebabkan urin banyak tertahan di vesika urinaria, sehingga memengaruhi ukuran vesika urinaria dan jumlah pengeluaran urine
o Gaya hidup
Perubahan gaya hidup dapat memengaruhi pemenuhan kebutuhan eliminasi. Hal ini terkait dengan tersedianya fasilitas toilet. Hal ini dapat terlihat pada seseorang yang memiliki gaya hidup sehat/ kebiasaan melakukan eliminasi di tempat yang bersih atau toilet, etika seseorang tersebut buang air di tempat terbuka atau tempat kotor, maka akan mengalami kesulitan dalam proses defekasi.
o Stress psikologis
Meningkatkan stres dapat meningkatkan frekuensi keinginan berkemih. Hal ini karena meningkatnya sensitivitas untuk keinginan berkemih dan jumlah urine yang diproduksi.
o Tingkat perkembangan
Tingkat pertumbuhan dan perkembangan juga dapat memengaruhi pola berkemih. Hal tersebut dapat ditemukan pada anak, yang lebih mengalami mengalami kesulitan untuk mengontrol buang air kecil. Namun kemampuan dalam mengontrol buang air kecil meningkat dengan bertambahnya usia
o Asupan cairan
Pemasukana cairan yang kurang dalam tubuh membuat defekasi menjadi keras. Oleh karena itu, proses absopsi air yang kurang menyebabkan kesulitan proses defekasi.
o Kondisi penyakit
Kondisi penyakit dapat memengaruhi proses eliminasi, biasanya penyakit-penyakit tersebut berhubungan langsung dengan system pencernaan, seperti gastroenteristis atau penyakit infeksi lainnya, seperti diabetes mellitus.
o Kerusakan sensoris dan motoris
Kerusakan pada system sensoris dan motoris dapat memengaruhi proses defekasi karena dapat menimbulkan proses penurunan stimulasi sensoris dalam melakukan defekasi.
2.5 Hal-hal untuk mengatasi terjadinya Eliminasi pada masa kehamilan
• BAK : Untuk melancarkan dan mengurangi infeksi kandung kemih yaitu dengan minum dan menjaga kebersihan sekitar alat kelamin.
• BAB : Perubahan hormonal mempengaruhi aktivitas usu halus dan usus besar sehingga pada Ibu Hamil sering mengalami obstipasi, untuk mengatasi dianjurkan meningkatkan aktivitas jasmani dan makan berserat.
• Menjaga kebersihan vulva setelah BAK / BAB bias dilakkukan dengan cara tidak hanya bagian luar saja yang dibersihkan tetapi juga lipatan – lipatan labia mayora dan minora serta vestibula.
2.6 Gangguan /masalah pada proses eleminasi
2.6.1 Gangguan/Masalah Kebutuhan Eliminasi Urine
a. Retensi urine,merupakan penumpukan urine dalam kandung kemih akibat ketidakmampuan kandung kemih untuk mengosongkan kandung kemih.
b.
Inkontinensia urine, merupakan ketidakmampuan otot sphincter eksternal
sementara atau menetap untuk mengontrol ekskresi urine.
c. Perubahan pola eliminasi urine, merupakan keadaan sesorang yang mengalami gangguan pada eliminasi urine karena obstruksi anatomis, kerusakan motorik sensorik, dan infeksi saluran kemih. Perubahan eliminasi terdiri atas : Frekuensi, Urgensi, Disuria, Poliuria, Urinaria supresi.
2.6.2 Gangguan / Masalah Eliminasi Alvi
a. Konstipasi merupakan keadaan individu yang mengalami atau beresiko tinggi mengalami statis usus besar sehingga mengalami eliminasi yang jarang atau keras, serta tinja yang keluar jadi terlalu kering dan keras.
b. Diare merupakan keadaan individu yang mengalami atau beresiko sering mengalami pengeluaran feses dalam bentuk cair. Diare sering disertai kejang usus, mungkin ada rasa mula dan muntah.
c. Kembung merupakan keadaan penuh udara dalam perut karena pengumpulan gas berlebihan dalam lambung atau usus.
c. Perubahan pola eliminasi urine, merupakan keadaan sesorang yang mengalami gangguan pada eliminasi urine karena obstruksi anatomis, kerusakan motorik sensorik, dan infeksi saluran kemih. Perubahan eliminasi terdiri atas : Frekuensi, Urgensi, Disuria, Poliuria, Urinaria supresi.
2.6.2 Gangguan / Masalah Eliminasi Alvi
a. Konstipasi merupakan keadaan individu yang mengalami atau beresiko tinggi mengalami statis usus besar sehingga mengalami eliminasi yang jarang atau keras, serta tinja yang keluar jadi terlalu kering dan keras.
b. Diare merupakan keadaan individu yang mengalami atau beresiko sering mengalami pengeluaran feses dalam bentuk cair. Diare sering disertai kejang usus, mungkin ada rasa mula dan muntah.
c. Kembung merupakan keadaan penuh udara dalam perut karena pengumpulan gas berlebihan dalam lambung atau usus.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kebutuhan Eliminasi pada Ibu Hamil adalah sebagai berikut :
o Trimester I : Frekuensi BAK meningkat karena kandung kencing tertekan oleh pembesaran uterus, BAB normal konsistensi lunak.
o Trimester II : Frekuensi BAK normal kembali uterus telah keluar dari rongga panggul.
o Trimester III : Frekuensi BAK meningkat karena penurunan kepala ke PAP, BAB sering obstipasi karena horman progesterone meningkat.
Pencegahan untuk mengatasi Eliminasi selama masa kehamilan ;
o Trimester I : Cukup karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan air
o Trimester II : Jumlah karbohidrat dan protein tetap
o Trimester III : Karbohidrat dikurangi, perbanyak sayur, buah-buahan segar, kenaikan BB tidak boleh lebih dari ½ kg perminggu.
BAK : untuk memperlancar dan mengurangi infeksi kandung kemih yaitu dengan minum dan menjaga kebersihan sekitar alat kelamin.
BAB : Perubahan hormonal mempengaruhi aktivitas usus halus dan usus besar sehingga pada Ibu hamil sering mengalami obstipasi, untuk mengatasinya dianjurkan meningkatkan aktivitas jasmani dan makan berserat.
Menjaga kebersihan vulva setelah BAK / BAB di lakukan dengan cara tidak hanya bagian luar saja yang dibersihkan tetapi juda lipatan – lipatan labia mayora dan minora serta vestibula.
Faktor-faktor yang mempengaruhi eliminasi urin dan alvi adalah :
o Diet dan asupan
o Respon keinginan awal untuk berkemih
o Gaya hidup
o Stress psikologis
o Tingkat perkembangan
o Asupan cairan
o Kondisi penyakit
o Kerusakan sensoris dan motoris
Gangguan / Masalah Eliminasi Alvi :
o Retensi urine
o Inkontinensia urine
o Perubahan pola eliminasi urine
o Konstipasi
o Diare
o Kembung
Catatan : Hormon Progesteron adalah hormone steroid yang berperan dalam siklus menstruasi wanita, mendukung proses kehamilandan embryogenesis.
3.2 Saran
Agar Ibu hamil tetap menjaga kebutuhan makanan yang harus dikonsumsi dan berolahraga supaya hal – hal yang berhubungan dengan Eliminasi bisa diatasi dengan cara yang benar.
3.1 Kesimpulan
Kebutuhan Eliminasi pada Ibu Hamil adalah sebagai berikut :
o Trimester I : Frekuensi BAK meningkat karena kandung kencing tertekan oleh pembesaran uterus, BAB normal konsistensi lunak.
o Trimester II : Frekuensi BAK normal kembali uterus telah keluar dari rongga panggul.
o Trimester III : Frekuensi BAK meningkat karena penurunan kepala ke PAP, BAB sering obstipasi karena horman progesterone meningkat.
Pencegahan untuk mengatasi Eliminasi selama masa kehamilan ;
o Trimester I : Cukup karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan air
o Trimester II : Jumlah karbohidrat dan protein tetap
o Trimester III : Karbohidrat dikurangi, perbanyak sayur, buah-buahan segar, kenaikan BB tidak boleh lebih dari ½ kg perminggu.
BAK : untuk memperlancar dan mengurangi infeksi kandung kemih yaitu dengan minum dan menjaga kebersihan sekitar alat kelamin.
BAB : Perubahan hormonal mempengaruhi aktivitas usus halus dan usus besar sehingga pada Ibu hamil sering mengalami obstipasi, untuk mengatasinya dianjurkan meningkatkan aktivitas jasmani dan makan berserat.
Menjaga kebersihan vulva setelah BAK / BAB di lakukan dengan cara tidak hanya bagian luar saja yang dibersihkan tetapi juda lipatan – lipatan labia mayora dan minora serta vestibula.
Faktor-faktor yang mempengaruhi eliminasi urin dan alvi adalah :
o Diet dan asupan
o Respon keinginan awal untuk berkemih
o Gaya hidup
o Stress psikologis
o Tingkat perkembangan
o Asupan cairan
o Kondisi penyakit
o Kerusakan sensoris dan motoris
Gangguan / Masalah Eliminasi Alvi :
o Retensi urine
o Inkontinensia urine
o Perubahan pola eliminasi urine
o Konstipasi
o Diare
o Kembung
Catatan : Hormon Progesteron adalah hormone steroid yang berperan dalam siklus menstruasi wanita, mendukung proses kehamilandan embryogenesis.
3.2 Saran
Agar Ibu hamil tetap menjaga kebutuhan makanan yang harus dikonsumsi dan berolahraga supaya hal – hal yang berhubungan dengan Eliminasi bisa diatasi dengan cara yang benar.
DAFTAR PUSTAKA
Persis Mary Hamilton, 1995:84
Manuaba, 1998:96
Ibrahim, 1993 :59
http://rohmahjasmin.blogspot.com/2011/06/kebutuhan-eliminasi-terhadap-ibu-hamil.html
http://askeb 1/BAB I - Eliminasi.htm
http://emayamidwifery.blogspot.com/2012/04/pola-seksual-dan-eliminasi-pada-ibu.html
Alimul H, A.A. 2006. Pengantar kebutuhan dasar manusia. Jakarta: salemba medika.
Persis Mary Hamilton, 1995:84
Manuaba, 1998:96
Ibrahim, 1993 :59
http://rohmahjasmin.blogspot.com/2011/06/kebutuhan-eliminasi-terhadap-ibu-hamil.html
http://askeb 1/BAB I - Eliminasi.htm
http://emayamidwifery.blogspot.com/2012/04/pola-seksual-dan-eliminasi-pada-ibu.html
Alimul H, A.A. 2006. Pengantar kebutuhan dasar manusia. Jakarta: salemba medika.
Langganan:
Postingan (Atom)
